
Media kara news. WAJO – Gelombang kebangkitan Subuh terus bergema. Kali ini, sejumlah tokoh publik, cendekiawan, akademisi, pengusaha, aktivis sosial, dan pegiat dakwah dari Kota Parepare bersiap memutihkan Masjid Besar Darussalam Belawa, Kabupaten Wajo, dalam agenda Safari Subuh bersama Pejuang Subuh Majelis Syuhada.
Dengan mengenakan pakaian serba putih, mereka akan melebur dalam satu saf bersama masyarakat, meninggalkan atribut jabatan dan status sosial, lalu berdiri sejajar sebagai hamba Allah SWT yang mengharapkan ridha dan keberkahan-Nya di waktu yang paling dicintai oleh orang-orang beriman.
Gerakan Putihkan Masjid yang digagas Majelis Syuhada bukan sekadar menghadirkan warna putih di dalam masjid, tetapi menghadirkan semangat untuk menghidupkan kembali shalat Subuh berjamaah sebagai fondasi kebangkitan umat.Pilihan lokasi kali ini bukan tanpa alasan.
Masjid Besar Darussalam Belawa merupakan salah satu ikon wisata religi dan pusat peradaban Islam di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Didirikan pada tahun 1947 oleh Anre Gurutta (Maha Guru) K.H. Martan bersama masyarakat setempat, masjid ini menjadi simbol perpaduan harmonis antara budaya Arab dan Bugis yang hingga kini tetap berdiri kokoh dan memancarkan nilai-nilai dakwah.
Masjid Harus Menjadi Pusat Kebangkitan Umat”Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, menegaskan bahwa gerakan memutihkan masjid merupakan ikhtiar membangun peradaban Islam dari rumah Allah.”Kami tidak sedang mengejar ramainya sebuah acara, tetapi kami sedang menghidupkan sebuah kesadaran kolektif.
Ketika Subuh berjamaah mulai dipenuhi umat, di situlah sesungguhnya kebangkitan sedang dimulai. Sejarah membuktikan bahwa umat yang memakmurkan masjid akan dimuliakan oleh Allah, sedangkan umat yang meninggalkan masjid perlahan akan kehilangan kekuatan dan persatuannya.
“Menurut H. Bakhtiar, warna putih yang dikenakan para peserta memiliki makna mendalam.”Putih melambangkan kesucian niat, keikhlasan perjuangan, dan persaudaraan tanpa sekat. Di dalam masjid tidak ada pejabat, tidak ada pengusaha, tidak ada orang kaya atau orang miskin.
Yang ada hanyalah hamba-hamba Allah yang berdiri dalam satu saf menghadap Rabb yang sama.”Ia berharap lautan jamaah putih yang memenuhi Masjid Besar Darussalam Belawa dapat menjadi pemandangan yang menggetarkan hati dan membangkitkan semangat umat Islam untuk kembali mencintai masjid.
“Peradaban Tidak Lahir dari Keramaian Dunia, Tetapi dari Saf-Saf Subuh”Sementara itu, Staf Khusus Narasi Dakwah Majelis Syuhada Kota Parepare, Ustadz Fahri Nusantara, menyampaikan bahwa Safari Subuh di Masjid Besar Darussalam Belawa memiliki pesan dakwah yang sangat kuat.
“Kita sering berbicara tentang perubahan umat, kemajuan daerah, dan kebangkitan generasi. Namun semua itu tidak akan pernah kokoh jika hubungan manusia dengan Allah masih lemah.
Karena itu, Majelis Syuhada mengajak umat untuk kembali memulai semuanya dari Subuh berjamaah.”Ia menambahkan bahwa sejarah para ulama besar dan pemimpin umat selalu memiliki kedekatan yang kuat dengan masjid.
Peradaban tidak lahir dari gemerlap panggung dunia, tetapi lahir dari saf-saf Subuh yang penuh keikhlasan. Ketika masjid mulai dipenuhi jamaah, maka harapan akan lahirnya generasi yang kuat, jujur, berilmu, dan bertakwa semakin nyata.
Dari masjid lahir para ulama, pemimpin, pejuang, dan pembela agama.”Menurutnya, Masjid Besar Darussalam Belawa yang dibangun oleh ulama besar K.H. Martan merupakan tempat yang sangat tepat untuk mengingat kembali warisan perjuangan dakwah para pendahulu.
“Kami ingin menghubungkan semangat dakwah para ulama terdahulu dengan generasi hari ini. Jika dahulu mereka membangun masjid dengan tenaga dan pengorbanan, maka tugas kita hari ini adalah menghidupkannya dengan jamaah, doa, zikir, dan shalat berjamaah.
“Jumat Subuh mendatang, lautan putih jamaah diperkirakan akan memenuhi Masjid Besar Darussalam Belawa. Sebuah pemandangan yang bukan hanya indah dipandang mata, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat, kecintaan kepada rumah Allah, dan harapan akan lahirnya kebangkitan Islam yang dimulai dari satu langkah sederhana: melangkahkan kaki menuju masjid saat Subuh.(Tmr-Ifan)

Tinggalkan Balasan