
Media kara news. Parepare — Dunia pendidikan Kota Parepare tengah membutuhkan sosok pemimpin yang bukan sekadar memahami birokrasi, tetapi benar-benar lahir dari ruang kelas, tumbuh bersama para guru, memahami denyut persoalan siswa, dan memiliki rekam jejak nyata dalam mencetak prestasi.
Di antara berbagai nama yang diperbincangkan publik, satu figur yang paling banyak dinilai layak memimpin Dinas Pendidikan Kota Parepare adalah Mardiah, S.Pd., M.Pd.Kepala SMAN 2 Parepare itu dikenal sebagai sosok pendidik yang membangun kariernya dari bawah. Sebelum menjadi kepala sekolah, Mardiah telah lama mengabdikan diri sebagai guru Bahasa Inggris dan pernah menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami dunia pendidikan bukan hanya dari sisi teori, tetapi dari realitas lapangan yang sesungguhnya.
Sejak dipercaya memimpin SMAN 2 Parepare pada tahun 2022, perubahan mulai terlihat nyata. Budaya disiplin diperkuat, kualitas akademik meningkat, dan atmosfer sekolah berkembang menjadi lebih kompetitif serta berorientasi prestasi. Di bawah kepemimpinannya, SMAN 2 Parepare terus mencatat kemajuan yang membanggakan dan menjadi salah satu sekolah paling diperhitungkan di Sulawesi Selatan.
Puncaknya terlihat pada capaian Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Puluhan siswa SMAN 2 Parepare berhasil lolos ke berbagai perguruan tinggi negeri ternama, bahkan salah satunya diterima di Universitas Indonesia. Prestasi tersebut dipandang bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari kepemimpinan yang serius membangun kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Tidak sedikit kalangan guru dan pemerhati pendidikan menilai keberhasilan itu lahir dari gaya kepemimpinan Mardiah yang dikenal disiplin, komunikatif, dekat dengan guru dan siswa, namun tetap tegas dalam menjaga kualitas pendidikan. Ia dinilai mampu memadukan pendekatan humanis dengan manajemen pendidikan modern.Kepercayaan besar dari kalangan tenaga pendidik juga terlihat ketika Mardiah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Kota Parepare periode 2025–2030.
Terpilih tanpa penolakan menunjukkan kuatnya dukungan dan penghormatan komunitas pendidikan terhadap kepemimpinannya.Banyak pihak menilai Parepare membutuhkan Kepala Dinas Pendidikan yang memahami persoalan riil sekolah: kualitas guru, karakter siswa, sarana pendidikan, hingga tantangan era digital. Sosok seperti itu dinilai ada pada diri Mardiah. Ia bukan figur yang hanya memahami meja birokrasi, tetapi juga memahami perjuangan para guru dan kebutuhan nyata peserta didik.
Di tengah tantangan pendidikan nasional yang semakin kompleks, Parepare dinilai memerlukan pemimpin pendidikan yang visioner, berintegritas, dan memiliki rekam jejak keberhasilan yang dapat diukur. Karena itu, nama Mardiah kini bukan hanya dikenal sebagai kepala sekolah berprestasi, tetapi mulai dipandang sebagai simbol harapan baru bagi kemajuan pendidikan Kota Parepare.Bagi banyak kalangan pendidikan, jika Parepare ingin melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional, maka dunia pendidikan kota ini harus dipimpin oleh orang yang benar-benar memahami pendidikan dari hati dan pengabdian. Dan nama yang paling kuat mencerminkan hal itu hari ini adalah Mardiah, S.Pd., M.Pd.(Tmr-Ifan)

Tinggalkan Balasan